BAB 1 PEMBENTUKAN TIM KERJA
BAB 2 PENGEMBANGAN IDE PROYEK
BAB 3 KEBUTUHAN PELANGGAN
BAB 4 PENDELEGASIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
BAB 5 ANALISIS TOPIK PROYEK
BAB 6 ANALISIS RANCANGAN KERJA PROYEK
Kerja Proyek TKJ
Senin, 17 September 2018
Bab 6
ANALISIS RANCANGAN KERJA PROYEK
A. Tahapan Desain atau Model Yang Cocok
Tahapan desain sistem dapan dibagi menjadi 2 tahap, yaitu: desain logis dan desain fisik.
Pada tahapan desain,ada beberapa aktifitas utama yang dilakukan, yaitu:
a. Merancang dan menginterprestasikan
b. Merancang arsitektur aplikasi
c. mendesain antar muka pengguna
d. Mendesain sistem antar muka
e. Mendesain dan mengintegrasikan database
f. Membuat prototype detail dari desain
g. Mendesain mengintegrasikan kendala sistem. (Taher, 2011)
B. Ketetapan Asumsi
Sistem perencanaan pembangunan nasional merupakan satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan dalam jangka panjang. (Artikel: ASUMSI, KONSEP DAN IMPUKASI PROYEKSI PENDUDUK, 2015)
C. Sikap Pelaksanaan Kerja Proyek
Sikap kerja adalah keyakinan-keyakinan yang mengandung aspek kognitif, bevarior dan efektif yang merupakan kesiapan mental psikolog untuk mereaksi dan bertindak secara positif atau negatif terhadap suatu objek. Dalam sikap kerja yang mempengaruhi dalam kinerja kerja ada 3 yaitu: Sikap terhadap orgsnisasi. ( Wordpress, 2014)
Ada banyak pengertian mengenai sikap. Sikap yang sering kita dengar dan kita ucapkan terkadang tidak begitu kita pahami maknanya dengan benar. Buktinya, tidak semua orang bisa menjawab jika ditanya mengenai pengertian dari sikap itu sendiri. (Web, 2015)
Faktor-faktor sikap kerja menurut Blum and Nayior (Aniek, 2005) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi sikap kerja, diantaranya:
• Kondisi kerja: situasi kerja yang meliputi lingkungan fisik ataupun lingkungan sosial yang menjamin akan mempengaruhi kenyamanan dalam bekerja. Karena dengan adanya rasa nyaman mempengaruhi ssemangat dan kualitas kerja.
• Kerja sama dari teman sekerja: adanya teman sekerja yang dapat berkerja sama akan sangat mendukung kualitas dan prestasi dalam menyelesaikan pekerjaan. (Arief, 2016)
• Keamanan: adanya rasa yang tercipta serta lingkungan yang terjaga akan menjamin dan menambah ketenangan dalam pekerjaan.
• Kesempatan uuntuk maju: adanya jamina masa depan akan lebih baik dalam hal karier baik promosi jabatan dan jaminan hak tua.
• Fasilitas kerja: tersedianya fasilitas-fasilitas yang dapat digunakan karyawan dalam pekerjaannya.
• Upah atau gaji: rasa senang terhadap imbalan yang diberikan perusahaan baik yang berupa gaji pokok, tunjangan dan sebagainya yang dapat mempengaruhi sikap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Bab 5
ANALISIS TOPIK PROYEK
- Apakah latar belakang pengetahuan, kecakapan dan kemampuan diri sendiri, sudah cukup untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan topik yang akan dikerjakan?
- Apakah waktu, dana telah dipikirkan dengan masak dan mencukupi?
- Apakah topik tersebut dapat memperoleh konsultan atau bimbingan dengan mudah?
- Apakah tidak ada hambatan-hambatan dari pihak-pihak lain, berkenaan dengan topik tersebut?(Rohman, 2011).
B. Obtainable Data(Data yang dibutuhkan dapat diperoleh) tersedianya data dapat diperoleh dengan mudah hal ini meliputi:
- Apakah sumber-sumber data (kepustakaan, dll) cukup tersedia.
- Apakah teknik-teknik pengumpulan data cukup dikuasai.
- Apakah ada faktor-faktor pribadi dan luar yang akan mendatangi pengumpulan data.
- Apakah data tersebut tergantung pada waktu tertentu (misal: Data tentang proses pemilu 2014)(Negara, 2013).
C. Significance Of Topik (Topik yang sesuai)
Topik penting untuk diteliti (secara academic)(youpika, 2014).
- Hasil dari pemecahan masalah itu akan memberikan sumbangan yang cukup berharga baik ilmu pengetahuan yang sudah ada maupun bagi praktek di lapangan.
- Masalah yang akan diteliti tidak merupakan duplikasi dari penelitian sebelumnya.
- Ada ketidakpuasan terhadap pemecahan masalah yang terdahulu sehingga perlu diadakan penelitian ulang
- Masalah tersebut memiliki "academic interest" yang cukup besar atau mempunyai kegunaan praktis yang sangat mendesak (Suraja, 2012).
Bab 4
PENDELEGASIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
A. Uraian Tugas
Uraian pekerjaan (Job discription ) adalah catatan suatu yang sistematis tentang tugas, wewenang dan tanggung jawab suatu jabatan tertentu, yang didefinisikan berdasarkan fakta-fakta yang ada ( Haris, 3013).
Job discription adalah bagian penting dari sistem pengembangan SDM. Ibarat navigator, job desc adalah peta yang menentukan arah, kemana harus berbelok, berapa kecepatan yang diperlukan dan seterusnya (Lubis,2014). Uraian tugas menyiapkan bahan-bahan yang berkaitan dengan pengurusan objek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku sebagai bahan pengurusan objek kerja.
- Mempelajari karakteristik dan spesifikasi objek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, untuk kelancaran pengurusan objek kerja.
- Mengurus objek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar tercapainya kondisi sesuai yang diharapkan.
- Mengkonsultasikan kendala yang terjadi dalam proses pengurusan objek kerja dengan pejabat yang berwenang sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran proses pengurusan.
- Membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan kepada atasan (Supriyanto, 2016).
B. Uraian Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah berkewajiban menanggung segala sesuatu atau memberikan Jawab dan menanggung akibatnya (Zays, 2012).
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab itu bersifat kodrati artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab (Sudisman, 1967).
Tanggung jawab ini bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian hidup manusia, setiap orang dibebani dengan tanggung jawab terlebih dalam ruang lingkup pekerjaan. Berdasarkan pengkajian yang lebih mendalam, tanggung jawab adalah kewajiban yang harus dipikul, sebagai akibat dari perbuatan yang telah dilakukan (Nagta, 2014).
Bab 3
KEBUTUHAN PELANGGAN
a. Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.
b. Pelanggan adalan orang atau instansi atau lembaga yang melakukan pembelian produk baik barang atau jasa secara berulang-ulang.
2. Macam-macam Pelanggan
a. Dari banyaknya
b. Dari usia
c. Dari jenis kelamin
d. Dari tingkat pendapatan
e. Dari pendidikan
f. Dari waktu pembelian
g. Alur penjualan
h. Geografis
i. Agama
B. Pasang Pasar Proyek
Analisis pasar dalam hal ini meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif misalnya mengidentifikasi, memisahkan dan membuat diskripsi pasar. Sedangkan analisis kuantitatif misalnya menghitung besarnya perkiraan penjualan satu tahun yang akan datang (Debunya, 2015).
Pada umumnya analisis pasar meliputi:
Deskripsi pasar antara lain daerah atau luas pasar saluran distribusi dan praktek perdagangan setempat. Analisis permintaan masa lalu dan masa sekarang termasuk besarnya jumlah dan nilai konsumsi barang atau jasa. Analisis penawaran barang atau jasa pada masa lalu dan masa sekarang (baik dari impor maupun produk lokal) juga termasuk informasi mengenai keadaan pesaing harga penjualan yang terjadi, kualitas dan strategi harga yang terjadi, kualitas dan stantegi pemasaran para pesaing (muda aktif, 2012).
- Lingkungan eksternal adalah semua kejadian diluar perusahaan yang memiliki petensi untuk mempengaruhi perusahaan (Chuck Williams, 2001:51).
- Lingkungan eksternal terdiri dari unsur-unsur diluar perusahaan yang sebagian besar tidak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam perbuatan keputusan oleh manajer (T,Hani Handoko, 1999:62).
- Lingkungan eksternal terdiri atas unsur-unsur yang berada diluar suatu organisasi, yang relevan pada kegiatan organisasi itu(James A.F stone, 1996:66)(Oktari, 2011).
Bab 2
PEMBENTUKAN TIM KERJA
Prinsipnya adalah sistem pendelegasian kepemimpinan kepada seluruh anggota tim yang memiliki potensi dan karakter serta kepabilitas dibidang leadership. (Sakarinto, 2014)
Anggota tim saling berbagi peran dalam kepemimpinan. Sebagai contoh: kepemimpinan tim disetiap fase proyek didelegasikan kepada anggota yang memiliki keahlian dan pengelaman dibidang itu. Sehingga fungsi kepemimpinan didalam tim dilihat dari kompetensi seseorang bukan berasal dari title, otoritas, dan senioritas. (Nitisastro, 2015)
B. Keterbukaan dan Saling Percaya
Keterbukaan dan saling mempercayai antar anggota tim. Semua anggota mendapatkan informasi yang sama dan akses yang sama pula,serta dapat berkomunikasi dengan lancar dan jelas. (Utari Sumarno, 2015)
Anggota tim bebas untuk mengeluarkan ide-idenya eksperimen dan kreatifitas selalu ditingkatkan, anggota lainnya wajib menolong anggota bersangkutan, jika memang ife tersebut logis dan berguna. (Aryanto, 2013)
C. Komunikasi
Agar menjadi tim yang menguntungkan perusahaan karena bekerja efektif, maka suatu tin harus memiliki beberapa karakteristik, memiliki tujuan dan sasaran yang jelas atas daras komitmen bersama. Semua anggota tim mengerti dan menyetujui tujuan dan sasaran tim dan mereka mau bekerja sama untuk memenuhi hal tersebut. (Aryanto, 2013)
Komunikasi dapat didefinisikan sebagai memberi atau tukar informasi, isyarat atau pesan melalui kata, gerakan badan atau tulisan. Definisi ini menandakan bahwa komunikasi sebagai satu proses sepihak. Tapi sebenarnya tidaklah begitu, komunikasi bukan hanya sekedar menyampaikan pesan. Ini menyangkut interaksi antara dua insan atau lebih. Agar komunikasi menjadi efektif, kedua pihak harus terus menerus memberi dan menerima informasi baik lisan maupun tulisan. (Aulia, 2012)
Bab 1
PEMBENTUKAN TIM KERJA
Prinsipnya adalah sistem pendelegasian kepemimpinan kepada seluruh anggota tim yang memiliki potensi dan karakter serta kepabilitas dibidang leadership. (Sakarinto, 2014)
Anggota tim saling berbagi peran dalam kepemimpinan. Sebagai contoh: kepemimpinan tim disetiap fase proyek didelegasikan kepada anggota yang memiliki keahlian dan pengelaman dibidang itu. Sehingga fungsi kepemimpinan didalam tim dilihat dari kompetensi seseorang bukan berasal dari title, otoritas, dan senioritas. (Nitisastro, 2015)
B. Keterbukaan dan Saling Percaya
Keterbukaan dan saling mempercayai antar anggota tim. Semua anggota mendapatkan informasi yang sama dan akses yang sama pula,serta dapat berkomunikasi dengan lancar dan jelas. (Utari Sumarno, 2015)
Anggota tim bebas untuk mengeluarkan ide-idenya eksperimen dan kreatifitas selalu ditingkatkan, anggota lainnya wajib menolong anggota bersangkutan, jika memang ife tersebut logis dan berguna. (Aryanto, 2013)
C. Komunikasi
Agar menjadi tim yang menguntungkan perusahaan karena bekerja efektif, maka suatu tin harus memiliki beberapa karakteristik, memiliki tujuan dan sasaran yang jelas atas daras komitmen bersama. Semua anggota tim mengerti dan menyetujui tujuan dan sasaran tim dan mereka mau bekerja sama untuk memenuhi hal tersebut. (Aryanto, 2013)
Komunikasi dapat didefinisikan sebagai memberi atau tukar informasi, isyarat atau pesan melalui kata, gerakan badan atau tulisan. Definisi ini menandakan bahwa komunikasi sebagai satu proses sepihak. Tapi sebenarnya tidaklah begitu, komunikasi bukan hanya sekedar menyampaikan pesan. Ini menyangkut interaksi antara dua insan atau lebih. Agar komunikasi menjadi efektif, kedua pihak harus terus menerus memberi dan menerima informasi baik lisan maupun tulisan. (Aulia, 2012)
Langganan:
Postingan (Atom)
Materi Kerja Proyek TKJ
BAB 1 PEMBENTUKAN TIM KERJA BAB 2 PENGEMBANGAN IDE PROYEK BAB 3 KEBUTUHAN PELANGGAN BAB 4 PENDELEGASIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB BAB 5 A...